Persiapkan Reorganisasi BPD dan RT Periode 2019-2025, Desa Jenu Bentuk Panitia Pelaksana Kegiatan

Jenu (www.jenu.desa.id) - Tahun 2019 di Desa Jenu akan ada beberapa agenda politik, tidak hanya pelaksanaan Pemilu 2019  dan Pemilihan Kepala Desa Tahun 2019, namun juga re-organisasi Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dan Pemilihan Ketua Rukun Tetangga (RT). Hal ini kan menambah gegap gempita suasana politik di desa Jenu.

Seperti periode sebelumnya, pengisian (re-organisasi) BPD dilaksanakan sebelum bergulirnya Pemilihan Kepala Desa (Pilkades), sedangkan pemilihan ketua RT merupakan hal baru yang akan dilaksanakan di Desa Jenu. Sebelumnya ketua RT langsung ditunjuk oleh Kepala Desa, namun mulai tahun 2019 ini ketua RT akan dipilih secara langsung oleh warga di lingkungan wilayahnya.

Untuk melaksanakan kedua agenda kegiatan tersebut maka dilaksanakan musyawarah untuk membentuk panitia pengisian BPD dan Pemilihan Ketua RT. Musyawarah tersebut dilaksanakan pada Sabtu (26/01/2019), pukul 20.00 waktu setempat. 

Peserta dalam musyawarah tersebut adalah Kepala Desa Jenu dan seluruh perangkat desa, BPD, LPMD, PPK, Karang Taruna, Ketua RT, Ketua RW, Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama, Tokoh Pemuda dan Tokoh Wanita. Dengan mengundang seluruh lembaga kemasyarakatan yang ada di desa dan beberapa tokoh dalam masyarakat diharapkan kesepakatan yang menjadi hasil dari musyawarah merupakan representasi dari aspirasi yang ada dalam masyarakat.

Kegiatan musyawarah dibuka oleh kepala desa jenu yang menyampaikan bahwa agenda pengisian BPD tahun 2019 ini merupakan kegiatan rutin sebelum masa bakti BPD yang lama habis. "Pengisian anggota BPD yang baru selalu dilaksanakan sebelum kegiatan Pilkades, karena ini sudah menjadi agenda rutin setiap periode. Jadi sebelum pelaksanaan pilkades nanti akan ada pengisian BPD baru, dan BPD yang baru tersebut nantinya yang akan membawa hasil pemilihan kepala desa kepada bupati melalui camat", jelas Bu Tutik, sapaan akrab kepala desa Jenu.

Selanjutnya beliau menyampaikan terima kasih kepada para peserta musyawarah yang telah meluangkan waktu hadir dalam kegiatan tersebut. "Bapak Ibu jangan bosan-bosan untuk kami undang musyawarah karena kebijakan di desa ini sifat kekeluargaan, dan harus melibatkan masyarakat melalui musyawarah desa", tambah beliau.

Dalam forum ini kepala desa jenu meminta kepada ketua BPD yang masih menjabat yaitu Widji Alkasbi, S.Pd sebagai wakil dari masyarakat untuk memimpin jalannya musyawarah untuk memilih panitia pembentukan BPD periode 2019-2025. seluruh peserta musyawarah tampak antusias dalam mengikuti kegiatan ini. Hal tersebut nampak ketika pimpinan rapat menawarkan kepada peserta tentang tata cara pemilihan panitia. Dalam hal ini para peserta satu suara untuk memilih panitia melalui voting.

Dibantu oleh beberapa perangkat desa, akhirnya pelaksanaan voting berjalan dengan lancar. Jumlah panitia yang tentukan dengan cara voting ini adalah sebanyak 3 orang, sedangkan 2 orang panitia lainnya nanti akan diisi dari perangkat desa.

Setelah melalui voting maka terpilihlah suara terbanyak berturut-turut, Widji Alkasbi, S.Pd, H. Muh. Nurhadi, dan Abdul Malik. Sedangkan dari perangkat desa dipilihlah Sutrisno dan Warkham untuk dimasukkan dalam kepanitian. Dalam forum ini juga diputuskan juga bahwa panitia pengisian BPD yang telah terpilih nantinya sekaligus menjadi panitia pemilihan ketua RT.

Agenda selanjutnya yang dibahas dalam forum ini adalah sosialisasi terkait rencana pelaksanaan pengisian BPD yang disampaikan oleh Warkham. Perangkat desa yang menjabat sebagai Kaur Umum dan Tata Usaha tersebut menyampaikan materi yang diperoleh ketika mengikuti sosialiasi di Gedung Korpri Kabupaten Tuban tentang Pengisian BPD periode 2019-2015.

Setelah dilaksanakannya sosialisasi, musyawarah kemudian dilanjutkan dengan tanya jawab yang dipimpin oleh Sutrisno yang ditetapkan sebagai ketua panitia. Dalam hal ini beliau memberikan kesempatan kepada para peserta musyawarah untuk memberikan pertanyaan maupun usulan-usulan terkait pelaksanaan pengisian BPD maupun pemilihan ketua RT. Hal ini dilakukan karena semua kebijakan di desa harus memperhatikan kearifan lokal dan adat istiadat masyarakat setempat, sepanjang tidak bertentangan dan sejalan dengan regulasi peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Peserta musyawarah sangat antusias memberikan pertanyaan dan usulan-usulan terkait dua agenda kegiatan tersebut, mulai dari tata cara pencalonan, persyaratan para calon dan tata cara pelaksanaan pemilihan. Dalam kesempatan ini dijelaskan pula oleh ketua panitia tentang hak-hak dan kewajiban, maupun kewenangan yang diberikan kepada BPD dan Ketua RT.

Sebagai penutup Sutrisno mengajak kepada seluruh peserta yang hadir dalam forum tersebut untuk mendukung dan mensukseskan dua agenda desa tersebut. "Kami berharap kepada bapak ibu yang hadir dalam forum malam ini untuk bersama-sama mensukseskan dua agenda ini, mengingat tahun ini juga terdapat banyak agenda pemilihan yang jadwalnya berdekatan, baik skala desa maupun skala nasional, yaitu pilkades dan pemilu 2019. Juga jangan lupa bapak ibu untuk ikut mensosialisasikan atau menyampaikan informasi-informasi yang diperoleh pada malam hari ini kepada masyarakat sekitar, baik tentang adanya pengisian BPD periode baru maupun pemilihan ketua RT", tutur pria yang menjabat sebagai Kasi Pemerintahan tersebut. (www.jenu.desa.id - admin)

Formulir Komentar (Komentar baru terbit setelah disetujui Admin)